Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Dampak Dan Bahaya Bayi Sering Dicium

Dampak Dan Bahaya Bayi Sering Dicium

Melihat bayi lucu dan menggemaskan kadang ingin rasanya mencium atau memeluknya, hal ini sebagai bentuk rasa sayang . Sebaiknya hal tersebut tidak baik untuk dilakukan karena apabila bayi sering dicium maka akan besar resiko bayi tertular penyakit atau penyakit infeksi.

Bayi masih memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga lebih rentan terkena kuman dan virus. Tentu saja akan membahayakan keselamatan bayi jika dibiarkan terus menerus dan tanpa pengawasan dari orang tua. 

Kita tidak tahu dari mana saja sumber penyakit yang bisa membahayakan keselamatan kita dan bayi. Apalagi pada masa pandemi sekarang ini dengan merebaknya virus corona atau Covid-19 tentu pengawasan dan perhatian kita terhadap kesehatan lebih penting, terutama masalah kebersihan.

Baca juga: Cara Melindungi Bayi Dari Virus Corona

Sumber masuknya kuman dan virus bisa dari mana saja, bisa dari mulut atau hidung. Apabila orang lain atau seseorang mencium bayi, maka kuman atau virus tersebut bisa berpindah ke wajah bayi. Kita tidak tahu virus atau kuman apa saja yang ada pada orang tersebut, apakah dia mengidap penyakit tertentu atau ada anggota tubuhnya yang tidak bersih seperti tangan atau mulut.

Ada beberapa penyakit infeksi yang bisa tertular pada bayi apabila sering dicium:

1. Kissing Disease (mononucleosis)

Mononucleosis atau biasa disebut dengan demam kelenjar. Penyakit ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) dan penularannya melalui air liur. Meskipun penyakit ini tidak membahayakan, tapi tidak boleh dianggap enteng.

Virus yang terdapat pada air liur ini bisa menularkan ke bayi bukan hanya melalui ciuman saja, tapi bisa melalui bersin atau batuk. Jadi apabila ada orang yang bersin atau batuk-batuk di lingkungan sekitar bayi, maka sebaiknya bayi dijauhkan dari orang-orang tersebut. Segala kemungkinan bisa saja terjadi meskipun kita menganggap tidak mungkin terjadi.

Apabila bayi terkena penyakit ini, maka ada gejala-gejala yang ditimbulkan, seperti:

  1. Bayi terlihat lemas dan tidak bersemangat.
  2. Bayi terlihat kesakitan dan selalu rewel
  3. Demam pada bayi
  4. Terdapat ruam pada kulit bayi
  5. Nafsu makan berkurang dan tidak mau menyusui
  6. Terdapat pembengkakan pada kelenjar getah bening

Gejala-gejala tersebut tidak sama untuk semua bayi, namun jika ibu mendapati bayi mengalami gejala tersebut maka perlu diwaspadai karena bisa saja itu merupakan gejala penyakit mononucleosis / kissing disease. 

Segera bawa bayi ke dokter atau rumah sakit guna mendapatkan pertolongan yang lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan cepat, maka akan bayi akan beresiko terkena komplikasi seperti penyakit kuning, kerusakan pada organ hati, dan pembesaran limpa.

2. Meningitis Bakteri

Bayi yang terkena penyakit meningitis akan menyebabkan daya tahan tubuhnya melemah dan jika tidak mendapatkan penanganan yang cepat akan menyebabkan bayi mengalami cacat dan pertumbuhannya akan terganggu, bahkan yang lebih parah bisa menyebabkan kematian.

Meningitis merupakan penyakit yang diakibatkan oleh adanya peradangan pada saraf tualang belakang dan otak. Penyebabnya adalah bakteri, virus dan jamur. Ada beberapa gejala yang ditimbulkan pada bayi yang menderita penyakit meningitis, yaitu:

  1. Bayi mengalami demam dan kejang
  2. Leher bayi terasa kaku
  3. Nafsu makan dan menyusui berkurang dan sering muntah-muntah
  4. Sering tertidur dan sulit untuk dibangunkan
  5. Bayi terlihat tidak bersemangat

Jika bayi sudah terkena penyakit meningitis, maka perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius di rumah sakit. Jangan sampai kondisi bayi menjadi semakin parah, karena jika penanganannya terlambat maka bayi akan mengalami komplikasi serius seperti kerusakan otak permanen dan sepsis. Sepsis adalah infeksi darah dan bisa menyebabkan cacat hingga kematian.

3. Infeksi Jamur Candida (thrush)

Jamur candida merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam saluran pencernaan, kulit dan hidung. Jamur ini bisa berpindah ke mulut bayi jika ada orang yang menciumnya yang sudah terkena jamur ini.

Akibat dari jamur candida ini, bayi akan mengalami sariawan mulut dan pada mulutnya terdapat bercak-bercak. Bayi akan lebih sering rewel dan tidak mau menyusui karena mulutnya akan terasa perih.

Pengobatannya dilakukan dengan memberikan obat antijamur, dan sebaiknya konsultasikan ke dokter guna mendapatkan pengobatan yang lebih baik dan penanganan yang lebih tepat. Resep yang didapat dari dokter tentu lebih baik dibanding membeli langsung ke toko obat.

Pemberian ASI tetap dilakukan, meskipun bayi mengalami kesulitan karena mulutnya yang pecah-pecah dan perih. Berikan sedikit demi sedikit atau dalam jumlah yang sedikit, namun rutin dan sering.

Baca juga: Cara Mencairkan ASI Beku Yang Benar

4. Herpes Simpleks

Penyakit lainnya yang rentan menyerang bayi yang sering dicium adalah penyakit herpes. Penyakit ini disebabkan oleh jenis virus herpes simpleks tipe 1 9HSV 1). Infeksi yang umum terjadi akibat dari virus ini adalah kulit akan melepuh dan kering.

Virus ini bisa menyerang siapa saja termasuk bayi yang masih dalam masa pertumbuhan. Berikut ini beberapa gejala yang dialami oleh bayi yang menderita penyakit herpes ini, yaitu:

  1. Kulit akan melepuh dan luka, serta terdapat ruam di sekitar area bibir.
  2. Demam dan rewel
  3. Nafsu makan atau menyusui berkurang
  4. Terdapat pembengkakan pada gusi
  5. Pada leher terdapat benjolan karena adanya pembengkakan kelenjar getah bening

Jika tanda tersebut terdapat pada bayi, maka sebaiknya bawa bayi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Jangan sampai terjadi komplikasi akibat dari penanganan yang terlambat. Komplikasi yang terjadi seperti kerusakan otak, gangguan penglihatan, dan herpes genital.

Jika bayi sudah mendapatkan penanganan dari dokter, maka ibu tetap melakukan pemeriksaan lanjutan secara rutin, karena bayi yang sudah pernah kena penyakit herpes akan beresiko terkena penyakit yang sama lagi, atau kambuh.

5. ISPA

ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut sangat sering terjadi pada bayi. ISPA merupakan infeksi yang meliputi saluran hidung, tenggorokan, dan laring. ISPA pada umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri. Virus dan bakteri ini terdapat di dalam air liur, sehingga penularan akan mudah terjadi pada bayi jika ada yang menciumnya atau bersin dan batuk di dekat bayi.

Gejala yang ditimbulkan oleh bayi yang menderita ISPA seperti sering bersin, sesak napas, batuk pilek, bayi terlihat lemas, demam, tidak mau menyusui, dan napasnya berbunyi. ISPA bisa sembuh dengan sendirinya jika disebabkan oleh virus. Tapi jika penyakit ini disebabkan oleh bakteri maka perlu penanganan secara medis dengan memberikan obat antibiotik.

Tetap memberikan bayi ASI meskipun bayi tidak mau menyusui, hal ini dilakukan agar bayi tidak menderita dehidrasi selama masa pemulihan.

Baca juga: Makanan Agar ASI Melimpah

Itulah 5 penyakit yang bisa ditularkan oleh orang lain pada bayi, baik itu mencium bayi, batuk dan bersih di dekat bayi. Resiko yang ditimbulkan juga tidak bisa dianggap remeh, karena bisa membahayakan kesehatan. Jika penanganannya tidak cepat dilakukan maka akan membahayakan keselamatan bayi.

Jika terpaksa ingin menyentuh atau menggendong bayi, maka pastikan kita harus dalam kondisi bersih dan sudah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih.


Post a Comment for "Dampak Dan Bahaya Bayi Sering Dicium"