Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Manfaat Minyak Esensial Untuk Bayi dan Ibu Hamil

Manfaat Minyak Esensial Untuk Bayi dan Ibu Hamil

Akhir-akhir ini sudah banyak orang yang beralih ke tanam-tanaman untuk mempercepat proses penyembuhan seperti minyak esensial. Minyak esensial sangat populer digunakan oleh ibu-ibu untuk kesehatannya sendiri dan kesehatan bayinya. Gangguan kesehatan pada bayi biasanya hidung tersumbat, susah tidur, serta batuk dan pilek.

Baca juga: Tips Agar Tidur Bayi Berkualitas

Manfaat dari minyak ini banyak sekali, namun penting untuk mengetahui penggunaan minyak esensial secara aman untuk ibu hamil dan bayi. Minyak esensial (essential oil) berasal dari sari tanaman dan pembuatannya melalui berbagai proses.

Dipasaran banyak sekali dijual minyak esensial dengan berbagai merk. Kita harus jeli dalam memilih dan melihat apa saja kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.

Penggunaan minyak esensial ini hanya boleh diberikan pada bayi yang sudah berusia di atas 3 bulan, atau ada yang menyarankan di atas 6 bulan untuk jenis minyak esensial tertentu. Minyak ini dioleskan sedikit saja pada bagian tubuh bayi karena kulitnya yang masih sensitif.

Baca juga: Perkembangan Bayi 6 Bulan Yang Sehat

Tidak semua bayi cocok diberikan minyak esensial ini, ada yang menyebabkan alergi. Makanya pada saat diberikan minyak ini biarkan agak 1 hari untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi.

Jika bayi punya riwayat penyakit bawaan, atau kejang, maka sebaiknya jangan gunakan minyak esensial ini terlebih dahulu, tapi bawalah ke dokter dan konsultasikan masalah tersebut.

Pemberian minyak esensial pada bayi tidak boleh sembarangan karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna dan kulitnya masih tipis. Disamping itu bayi juga rentan mengalami masalah kesehatan.

Jenis Minyak Esensial Untuk Bayi Beserta Manfaatnya

Ada beberapa jenis minyak esensial yang bermanfaat untuk bayi, yaitu:

1. Minyak Esensial Lavender

Apabila bayi digigit nyamuk atau serangga, maka ibu bisa mengoleskan minyak esensial jenis lavender ini. Rasa gatal yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk dan serangga akan cepat reda.

Bayi juga akan cepat tidur jika dipijat dengan menggunakan minyak lavender ini. Bahkan berdasarkan penemuan akhir-akhir ini menyatakan gejala kolik pada bayi bisa diatasi dengan minyak esensial lavender.

Baca juga: Cara Mengatur Jam Tidur Bayi Agar Tidak Begadang

2. Minyak Esensial Chamomile

Jika bayi sulit tidur dan rewel, maka penggunaan minyak chamomile sangat efektif. Ibu bisa mencampurkan minyak lavender dengan minyak chamomile untuk meredakan gejala kolik pada bayi. 

Kolik pada bayi adalah kondisi dimana bayi menangis terus menerus dan sulit dikendalikan. Kolik ini terjadi tanpa ada sebab dan biasanya terjadi pada bayi yang masih berusia di bawah 5 bulan.

3. Minyak Esensial Tea Tree Oil

Tea tree oil atau minyak pohon teh mengandung antijamur dan antimikroba. Ruam popok juga bisa disembuhkan dengan Tea Tree Oil dicampur dengan minyak alami lainnya. Karena sifat dari minyak ini yang cukup keras, maka sebaiknya penggunaannya pada bayi yang sudah berusia 6 bulan. Lakukan uji coba terlebih dahulu pada bagian kulit bayi untuk melihat apakah ada reaksinya

Baca juga: Ruam Popok Dan Cara Mengatasinya

4. Minyak Esensial Eucalyptus Radiata

Penggunaan minyak ini bisa meringankan dan melegakan pernafasan bayi. Eucalyptus radiata ini juga efektif melindungi bayi dari gigitan nyamuk

5. Minyak Esensial Mandarin / Citrus Reticulata

Minyak ini juga efektif mengatasi bayi yang sulit tidur. Penggunaan minyak ini tidak menyebabkan iritasi pada kulit dan aromanya yang manis lebih disukai bayi.

Tips Menggunakan Minyak Esensial Pada Bayi

Meskipun minyak esensial yang sudah dijelaskan diatas aman penggunaannya, namun tentu saja harus diperhatikan aturan penggunaannya yang baik dan benar. Diantaranya yaitu:

1. Baca Label Pada Kemasan

Sebelum memutuskan membeli produk minyak esensial, perhatikan terlebih dahulu keterangan yang terdapat pada kemasan. Dari label yang terdapat pada kemasan bisa kita baca apa saja khasiatnya, kandungannya serta apakah cocok digunakan untuk bayi.

Jika ada kandungan minyak esensial yang dicampur dengan zat lain yang berbahaya, maka sebaiknya jangan dibeli. Pastikan minyak esensial murni tanpa campuran zat yang lain

2. Sesuaikan Dengan Umur Bayi

Meskipun tidak ada standar mengenai berapa umur bayi bisa menggunakan minyak esensial ini. Namun agar lebih aman, sebaiknya digunakan pada bayi diatas 6 bulan. Sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai hal ini.

Baca juga: Jadwal MPASI 6 Bulan Pertama

3. Encerkan Dengan Minyak Pembawa Sebelum Digunakan

Sebelum dioleskan ke kulit bayi, terlebih dahulu minyak esensial ini diencerkan dengan minyak pembawa atau bisa juga dengan minyak kelapa. Minyak almond juga bisa digunakan sebagai bahan untuk pengencer. Untuk takarannya sendiri tergantung dari usia bayi. Rasio pengenceran yang direkomendasikan berkisar 0,5% sampai 1%.

4. Dioleskan Secara Perlahan-lahan

Minyak esensial yang sudah diencerkan, dioleskan secara perlahan-lahan pada lengan dan kaki bayi. Kemudian baru dioleskan pada bagian tubuh bayi yang lain. Perhatikan selama 24 jam apakah terjadi reaksi alergi seperti peradangan atau kemerahan. Jika reaksi tersebut terjadi, maka segera hentikan pemakaian.

Minyak Esensial Untuk Ibu Hamil

Minyak esensial juga bermanfaat untuk ibu hamil sebagai aromaterapi, asalkan penggunaannya secara tepat. Diantara jenis minyak esensial yang aman untuk ibu hamil yaitu daun citrus, lemon, serai, jahe, pohon teh, lavender, cendana, jeruk bergamot, dan lavender.

Manfaat penggunaan minyak esensial untuk ibu hamil, diantaranya: 

1. Meringankan Rasa Mual

Rasa mual pada ibu hamil akibat dari morning sickness dan biasanya dialami pada 3 bulan masa kehamilan. Rasa mula ini bisa berkurang dengan cara menghirup aroma yang terdapat pada minyak esensial seperti lavender atau chamomile.

2. Mengurangi Kram Pada Kaki

Untuk mengurangi kram pada kami, gunakan minyak esensial lavender satu tetes saja dan oleskan pada kaki yang kram.

3. Mengurangi Stress

Ibu hamil sering merasa khawatir dan stress akibat dari perubahan hormon. Aroma harum yang terdapat pada minyak esensial mampu mengurangi rasa khawatir dan stress sehingga membuat ibu hamil menjadi rileks. Untuk mengurangi stress yang digunakan adalah jenis lavender, lemon dan jeruk.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Stress Ibu Hamil

4. Mengatasi Insomnia

Selama masa kehamilan, ibu akan lebih sering mengalami sulit tidur. Untuk mengatasinya, ibu bisa menggunakan minyak esensial jenis lavender untuk aromaterapi.

Cara Aman Penggunaan Minyak Esensial Untuk Ibu Hamil

Minyak esensial ini dianjurkan digunakan pada ibu hamil yang sudah memasuki usia kandungan trimester kedua dan ketiga. Gunakan 1 tetes saja jika digunakan sebagai aromaterapi.

Ada area tubuh yang tidak boleh terkena minyak esensial yaitu telinga, mata, dan hidung. Jadi sebaiknya cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air bersih setelah pemakaian minyak tersebut.

Tidak semua jenis minyak esensial aman digunakan oleh wanita hamil karena bisa membahayakan keselamatan janin dalam kandungan. Sebaiknya konsultasikan saja dengan dokter kandungan.

Post a Comment for "Manfaat Minyak Esensial Untuk Bayi dan Ibu Hamil"