Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Ternyata Penggunaan Dot Malah Membuat Anak Lebih Ingin Nyusu

Ternyata Penggunaan Dot Malah Membuat Anak Lebih Ingin Nyusu

Ternyata Penggunaan Dot Malah Membuat Anak Lebih Ingin Nyusu. Banyak sekali para ibu yang memberikan dot karet kepada anak mereka ketika mereka sudah beranjak dewasa. Hal ini dikarenakan bahwa dot dipercaya oleh sebagian masyarakat terutama para ibu sebagai alat atau jembatan untuk menghentikan buah hati mereka dari menyusui.

Namun ternyata, kepercayaan ini bertolak belakang dengan apa yang baru saja ditemukan oleh para ilmuan di Amerika Serikat.

Setelah melakukan sebuah penelitian terhadap sekitar dua ribu dua ratus bayi di sebuah rumah sakit, mereka menemukan hal yang sangat mengejutkan.

Mereka menemukan bahwa kebanyakan bayi yang tidak diberi dot malah akan kurang terlalu suka menyusui sedangkan para bayi yang diberi dot akan lebih cenderung menyusui.

Penggunaan dot bayi memang menjadi sangat lumrah di seluruh dunia. Selain untuk merangsang perkembangan gigi, dot juga berfungsi untuk melatih anak untuk tidak selalu menyusu pada sang ibu ketika dia beranjak dewasa.

Namun seperti yang telah di temukan oleh para peneliti di Amerika Serikat, penggunaan dot justru akan lebih membuat para buah hati anda lengket dengan anda dan akan ingin menyusu dengan anda.

Ternyata Penggunaan Dot Malah Membuat Anak Lebih Ingin Nyusu

Penelitian ini dilakukan oleh Oregon Health & Science University atau yang disingkat dengan OHSU. Sebelum dilakukan penelitian ini, banyak rumah sakit di Amerika Serikat yang justru malah merekomendasikan para ibu yang baru saja melahirkan di rumah sakit tersebut untuk tidak menggunakan dot untuk bayi.

Awalnya, mereka beranggapan bahwa dengan tidak menggunakan dot, para ibu akan lebih sering menyusui bayi mereka. Namun, setelah Oregon Health & Science University melakukan penelitian tersebut, hasilnya adalah bahwa bayi yang tidak menggunakan dot akan justru tidak suka dengan air susu ibu ibunya.

Penelitian ini dilakukan oleh Oregon Health & Science University terhadap kurang lebih dua ribu dua ratus bayi yang lahir di beberapa rumah sakit di Amerika Serikat ada bulan Juni 2010 sampai Agustus 2011.

Penelitian ini dilakukan pada saat itu karena pada saat itu, WHO (World Health Organization) sedang mengadakan program Baby Friendly.

Program ini adalah program yang dibuat oleh WHO demi meningkatkan kesehatan bayi dan meningkatkan jumlah ibu yang menyusui anaknya.

Salah satu hal yang dilakukan oleh program ini adalah membatasi jumlah penggunaan dot untuk bayi supaya para ibu bisa lebih sering menyusui anaknya.

Namun, setelah dilakukan penelitian oleh Oregon Health & Science University, tercatat bahwa bayi yang tidak diberikan dot mengalami penurunan jumlah konsumsi asi sampai delapan puluh persen pada bulan juli sampai November 2010.

Selanjutnya, pada bulan januari sampai agustus 20122, tercatat penurunan terjadi hingga enam puluh delapan persen saja. Hal ini juga dibarengi dengan peningkatan presentasi bayi yang menerima susu formula. Peningkatan tercatat dari delapan belas persen ke dua puluh delapan persen.

Menurut Dr Carrie Phillip, seorang oediatri dari Oregon Health & Science University yang telah dikutip situs Time Health Land, dia sangat terkejut sekali ketika mengetahui hal ini.

Dia tidak mengira bahwa jumlah bayi yang menyusui asi sang ibu akan lebih sedikit ketika dot sama sekali tidak dipakai. Hal ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa jika anda ingin merangsang bayi anda untuk lebih dekat kepada anda untuk menyusui, anda harus sedikit lebih banyak menggunakan dot. Namun, jika anda ingin bayi anda untuk lebih mandiri, hindari penggunaan dot sekarang juga.

Post a Comment for "Ternyata Penggunaan Dot Malah Membuat Anak Lebih Ingin Nyusu"