Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Puasa dan Menyusui

Puasa dan Menyusui

Pada dasarnya setiap wanita menyusui mampu berpuasa Ramadhan sebulan penuh. Meskipun seorang ibu yang sedang menyusui berpuasa sebulan penuh, tidak berarti produksi ASI berkurang atau tidak mencukupi kebutuhan bayi. Produksi ASI tetap seperti ketika tidak berpuasa.

Seringkali kecemasan, kekhawatiran dan pengaruh dari pembicaraan orang lain di sekitar ibu, seorang ibu rela untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan yang penuh barakah.

Disinilah diperlukan peran seorang suami, agar mengambil keputusan yang berdampak baik terhadap ibadah ibu dan anaknya.

Secara medis, ibu menyusui yang sedang berpuasa tidak akan membahayakan kesehatan ibu atau bayinya, dengan syarat ibu dan bayi tidak sakit.

Kadang-kadang, ketika ibu berpuasa, jumlah ASI yang keluar dari seorang ibu menyusui berkurang. Namun hal itu bukan disebabkan karena proses metabolisme tubuh karena ibu berpuasa.

Tetapi lebih banyak karena faktor kejiwaan. Ibu khawatir dan pesimis kalau ASI nya tidak keluar, maka kekhawatiran tersebut bisa terjadi.

Tidak sedikit para ibu yang berpuasa justru produksi ASI nya melimpah. Untuk memperkuat kondisi ibu menyusui yang sedang berpuasa, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Menyegerakan berbuka dengan kurma, agar segera memperoleh gula yang cukup untuk tubuh. Atau berbukalah dengan makanan/minuman yang manis.
  • Menyusui bayi sesering mungkin di malam hari.
  • Memenuhi kebutuhan zat-zat gizi dengan pola makanan yang cukup kalori, tinggi protein, cukup sayuran, buah-buahan dan air putih.
  • Berniat sungguh-sungguh untuk berpuasa, sehingga akan diberi kemudahan untuk menjalankan ibadahnya ketika menyusui.

Beberapa ulama memperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan bagi ibu menyusui dengan syarat:

  • Bila dengan puasa justru akan menimbulkan penyakit atau memperberat ibu, atau
  • Kesehatan bayi akan memburuk, atau dimungkinkan dapat menimbulkan penyakit pada bayinya.

Dalam hal ini, diperlukan keputusan dari yang berkompetensi dalam bidang kesehatan terutama dokter, untuk menilai apakah seorang ibu atau bayinya akan mengalami masalah di bidang kesehatan.

Hukum bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan adalah firman Alloh dalam surat Al-Baqarah ayat 184:

dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankan (shaum) membayar fidyah

Post a Comment for "Puasa dan Menyusui"