Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pilih Baju Ibu Menyusui Dan Bawa Si Kecil Ke Kantor, Lebih Praktis!

Pilih Baju Ibu Menyusui Dan Bawa Si Kecil Ke Kantor, Lebih Praktis!

Pilih Baju Ibu Menyusui Dan Bawa Si Kecil Ke Kantor, Lebih Praktis! Wah, cuti sudah mau habis. Mau tidak mau, bunda harus segera bersiap kembali bekerja di kantor. Repotnya adalah bunda masih harus terus menyusui si kecil dan sepertinya bunda perlu mengatur jadwal menyusui si kecil mengingat kegiatan rutin pekerjaan dan kebutuhan ASI si kecil masih akan berlanjut untuk waktu yang agak lama.

Oleh karena itu, selagi masih ada waktu cuti yang tersisa, saya anjurkan bunda untuk segera memilih baju ibu menyusui yang sudah banyak dijual di berbagai toko busana dan atau toko ibu dan bayi.

Ada dua hal pokok yang perlu bunda pertimbangkan ketika memilih baju khusus ini. Pertama jelas kebutuhan si kecil terhadap ASI dan kedua kebutuhan, atau kewajiban, bunda sendiri ketika di kantor.

Pengalaman saya sewaktu menyusui setahun lalu adalah saya memilih baju ibu menyusui yang sederhana dan tidak terlalu banyak memiliki aksesoris seperti lipatan kain atau pernik lainnya dibagian depan.

Selain masalah kepraktisan, hal ini saya pilih berdasarkan alasan mode atau variasi. Pakaian atau baju ibu menyusui yang polos memudahkan saya berkreasi dengan berbagai aksesoris yang bisa dengan mudah saya lepas ketika menyusui si kecil di kantor.

Sekaligus hal ini juga sangat bisa menjaga penampilan selama di kantor mengingat tugas saya yang harus bertemu dan menghadapi banyak klien dan atau pegawai lainnya.

Pilihan aksesoris ‘bongkar pasang’ seperti pin atau bros bisa sangat membantu bunda mempercantik diri pun ketika harus repot menyusui si kecil di kantor.

Sekaligus aksesoris seperti ini bisa menyamarkan resleting atau kancing baju khusus menyusui yang bunda pakai. Pilihan saya sendiri waktu itu adalah beragam kalung.

Selain modelnya tidak pernah habis dan gampang disesuaikan dengan baju, aksesoris ini lebih mudah dilepas (tinggal diangkat saja) daripada pin atau bros.

Karena ASI saya waktu itu cukup lancar (bancar, kata orang Jawa), saya juga memilih bahan kain baju ibu menyusui yang agak tebal untuk menjaga busana tidak basah dan berbekas kalau-kalau ASI keluar sebelum si kecil datang, meskipun saya juga sudah memakai tambahan breast pad ketika berangkat ke kantor.

Dan bunda juga bisa memilih model bra strapless, atau tanpa tali, untuk mempermudah menyusui si kecil sewaktu di tempat kerja. Dengan demikian, saya banyak menghemat waktu ketika harus menyusui si kecil waktu itu.

Tinggal masuk ke ruang ganti, angkat kalung, menurunkan resleting baju, menurunkan bra dan breast pad, dan sudah; si kecil sudah bisa menyusu dengan tenang dan nyaman.

Jika si kecil sudah selesai, saya bisa dengan mudah menaikkan kembali breast pad dan bra, menutup resleting baju, memasang kalung, sedikit merapikan busana, dan siap untuk kembali bekerja. Praktis, bukan?

Jadi sebenarnya bunda tidak perlu ribet, atau bahkan takut, untuk menyusui si kecil di kantor. Dengan adanya baju ibu menyusui yang sudah banyak tersedia di pasar, waktu kerja bunda juga tidak akan tersita banyak dibanding bunda memilih pulang dan menyusui si kecil di rumah (belum lagi harga bahan bakar juga terus naik).

Tentu saja, bunda mungkin perlu ijin khusus ke atasan bunda untuk kepentingan ini. Tapi, saya kira kok ya tidak ada atasan yang tidak maklum dengan kebutuhan khusus bunda.

Mungkin malah lebih senang daripada bunda meminta ijin pulang atau meninggalkan kantor yang jelas lebih banyak menyita waktu kerja bunda sendiri. 

Post a Comment for "Pilih Baju Ibu Menyusui Dan Bawa Si Kecil Ke Kantor, Lebih Praktis!"