Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pemerikasaan Kesehatan Bayi Baru Lahir

Pemerikasaan Kesehatan Bayi Baru Lahir

Pemerikasaan Kesehatan Bayi Baru Lahir. Bayi itu telah lahir. Sesosok anak manusia bertubuh mungil, dengan kulit yang masih lembut, mata yang tanpa dosa, suara yang membahana dan seolah berkata,”Ayah, Ibu, aku datang.” Bayi inilah makhluk terindah yang ditunggu oleh para orang tua.

Selama sembilan bulan sepuluh hari menunggunya dengan sabar, memantau perkembangannya ketika dalam kandungan dan harap-harap cemas ketika proses persalinan tiba.

Pemerikasaan Kesehatan Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir memang terlihat rapuh, sehingga bagi sebagian orang yang belum terlatih untuk merawatnya akan kebingungan. Bagi bayi baru lahir, akan segera diletakkan di dada ibu agar suhu tubuhnya dapat menyesuaikan suhu ruangan.

Dan bayi dapat segera melakukan inisiasi yaitu proses menyusui dini dimana ketika si bayi diletakkan didada ibu maka naluri untuk segera mencari putting susu akan segera dilakukan.

Setelah bayi melakukan inisiasi, selanjutnya bayi akan dibawa ke ruang bayi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan adalah anthopometri, yang meliputi pemeriksaan berat badan, panjang badan, lingkar kepala, dan lingkar dada.

Pengukuran panjang badan bayi dilakukan dari ujung kepala hingga tumit. Dilakukan dalam bidang datar dan bayi diluruskan.

Pengukuran lingkar kepala bayi juga perlu dilakukan, dimulai dari dahi kemudian melingkari kepala dan kembali lagi ke dahi. Tehnik ini juga dilakukan untuk mengukur lingkar dada bayi.

Pemeriksaan kesehatan bayi baru lahir selanjutnya adalah pemeriksaan fisik. Diantaranya meliputi pemeriksaan wajah, mata, hidung, dan mulut.

Untuk wajah, bayi yang sehat memiliki wajah yang simetris, kondisi asimetris bisa dikarenakan posisi bayi ada di intrauteri.

Pemeriksaan mata dilakukan dengan menggoyangkan kepala bayi secara perlahan agar matanya terbuka. Periksa jumlah, posisi atau letak mata bayi.

Pemeriksaan hidung pada bayi baru dengan memperhatikan bentuk dan lebar hidung. Pada bayi yang dilahirkan cukup bulan (tidak prematur) maka lebar hidung harusnya lebih dari 2,5 cm.

Bayi yang sehat akan bernapas melalui hidung apabila bayi bernapas melalui mulut, kemungkinan terjadi obstruksi jalan napas yang disebabkan oleh atresia koana bilateral, fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring.

Pemeriksaan kesehatan bayi baru lahir berikutnya adalah pemeriksaan mulut. Mulut yang sehat adalah yang berbentuk simetris dan memiliki bentuk.

Apabila ditemukan bibir yang asimetris, hal ini menunjukkan adanya palsi wajah. Periksa juga apakah bayi memiliki bibir sumbing.

Untuk selanjutnya bisa konsultasikan kepada dokter apa saja pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan buat bayi baru lahir.

Apakah butuh general cek up untuk lebih yakin lagi akan kesehatan bayi setelah melewati proses melahirkan yang menguras tenaga. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan kesehatan, maka akan semakin baik.

Post a Comment for "Pemerikasaan Kesehatan Bayi Baru Lahir"