Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Mangatasi Masalah Gizi Bayi Prematur

Mangatasi Masalah Gizi Bayi Prematur

Mangatasi Masalah Gizi Bayi Prematur. Pada umumnya bayi dilahirkan ketika dia telah cukup umur dalam kandungan, 40 minggu. Saat ketika semua organnya telah berfungsi sempurna, sanggup bernapas dengan baik, sanggup menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan sehingga akan lebih mudah dalam merawatnya.

Namun apabila bayi lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu maka bisa disebut dengan bayi lahir prematur. Pada umumnya bayi yang lahir prematur memiliki berat badan kurang dari 2 kg.

Melihat bayi prematur pastilah sangat berat seperti ini, tentunya ada kekhawatiran untuk merawatnya. Untuk menggendong dan memberinya air susu ibu pun ada ketakutan tersendiri. Takut melukainya dan takut tidak bisa merawat dengan maksimal. Hal yang dibutuhkan oleh bayi prematur untuk survive adalah gizi yang optimal.

Penyebab Gizi Buruk Pada Bayi Prematur

Masalah gizi bayi prematur pada umumnya karena ketidaktahuan para orang tua dalam memberi air susu ibu kepada bayinya. Kecemasan yang berlebih melihat sang bayi dalam incubator akan berdampak pada berkurangnya produksi ASI yang bisa diberikan pada bayi prematur. 

Pemberian ASI dapat dilakukan dengan memerahnya kemudian memberikannya langsung kepada bayi atau bayi menghisap secara langsung ke payudara ibu.

Menggunakan metode kanguru agar ada sentuhan alami antara bayi dan kulit ibu. Sehingga bayi merasa nyaman dan merasakan kehangatan dimana bayi dengan sendirinya akan mencari putting dan menghisapnya perlahan.

Apabila ASI Ibu mengalir dengan lancar, maka tanpa tambahan susu formula pun bayi dapat tumbuh optimal, karena dalam ASI lebih mudah dicerna mengingat pencernaan bayi prematur belum sempurna.

Kandungan Gizi Pada ASI

Protein pada ASI mengandung whey yang jauh lebih mudah dicerna daripada susu formula. Lipase pada ASI membantu mencerna lemak dalam ASI dengan lebih sempurna.

ASI juga mengandung laktosa yang berfungsi menyerap mineral dengan lebih mudah. Sedangkan oligosakarida menghalangi perlekatan bakteri pada mukosa usus.

Ibu harus kuat, menghadapi kenyataan bayinya lahir prematur, Ibu juga harus menjaga makanan yang dikonsumsi selama menyusui bayi prematur.

Ajaklah komunikasi pada bayi prematur ketika Ibu menyusuinya, sentuhan, desah nafas dan suara lembut Ibu merupakan media komunikasi Ibu kepada bayi. Dukungan keluarga juga akan menguatkan Ibu dan bayi.

Post a Comment for "Mangatasi Masalah Gizi Bayi Prematur"