Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Obat Penurun Panas Yang Harus Dihindari Dan Boleh Untuk DBD

Obat Penurun Panas Yang Harus Dihindari Dan Boleh Untuk DBD

Obat Penurun Panas Yang Harus Dihindari Dan Boleh Untuk DBD. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang merebak dimana-mana bahkan di beberapa daerah telah menimbulkan korban jiwa.

Oleh karena itu kita perlu mewaspadai penyakit ini terutama dengan menggiatkan berbagai upaya promosi dan preventif (pencegahan) penyakit DBD yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan atau sektor terkait.

Selain itu aspek kuratif juga perlu dipersiapkan karena ketika gagal dalam aspek ini maka yang terjadi adalah penderita DBD akan meninggal dunia.

Salah satu hal yang penting dalam aspek kuratif DBD adalah pemilihan obat penurun panas. Mengapa ini penting ? karena ternyata tidak semua obat penurun panas aman digunakan oleh penderita DBD.

Nah, Berikut ini ada 2 obat penurun panas yang perlu dihindari oleh penderita DBD :

Ibuprofen. Ada 2 alasan mengapa Ibuprofen perlu dihindari oleh penderita DBD:

Ternyata efek untuk menurunkan panasnya lebih rendah dibandingkan efek menurunkan nyeri/radang, padahal pada penderita DBD efek menurunkan panas ini sangat penting sekali.

Ternyata obat ini dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan, terutama perdarahan lambung atau saluran cerna, ini akan memperburuk kondisi penderita DBD.

Asetosal. Obat ini memang memiliki efek penurun panasnya lebih tinggi dibandingkan dengan efek menurunkan nyerinya, tetapi ternyata obat ini memiliki resiko perdarahan yang lebih tinggi dibandingkan ibuprofen, resiko perdarahan dapat terjadi pada lambung dan di bawah kulit. sehingga akan lebih semakin memperburuk kondisi penderita DBD

Kemudian obat penurun panas yang aman untuk penderita DBD apa ? yap. Obat penurun panas yang aman adalah parasetamol.

Parasetamol di pasaran sudah tersedia dalam bentuk sediaan yang bermacam-macam, ada yang syrup, tablet, drop untuk bayi bahkan ada dalam bentuk suppo (penggunaannya lewat dubur).

Kemudian dosis yang tersedia juga mulai dari 100 mg, 120 mg, 125 mg, 250 mg, 500 mg dan 650 mg. Parasetamol bisa digunakan sebanyak 3-4 kali sehari atau antara 4-6 jam sekali.

Demikian yang dapat di sampaikan semoga kita bisa memilih obat penurun panas yang tepat ketika ada penderita DBD. Salam sehat !

Post a Comment for "Obat Penurun Panas Yang Harus Dihindari Dan Boleh Untuk DBD"