Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Menjaga Jarak Kehamilan, Seberapa Penting?

Menjaga Jarak Kehamilan, Seberapa Penting?
 

Menjaga Jarak Kehamilan, Seberapa Penting? Setelah anak pertama lahir, tidak sedikit perempuan yang ingin memiliki momongan kembali. Banyak alasan yang membuat mereka menginginkan untuk memiliki anak lagi.

Mulai dari ingin melengkapi anak pertama dengan seorang adik, agar jarak antara kakak dengan adiknya tidak terpaut terlalu jauh, mumpung usia yang masih muda, jika anak pertama laki-laki anak kedua ingin segera melengkapinya dengan anak perempuan, dan alasan-alasan lain yang membuat ibu menginginkan momongan lagi.

Hal tersebut memang wajar, akan tetapi juga harus diperhitungkan baik-baik dilihat dari berbagai sisi. Untuk itu disini akan membahas tentang seberapa penting menjaga jarak kehamilan pada artikel kali ini.

Seberapakah penting menjaga jarak kehamilan?

Resiko Kehamilan Terlalu Dekat

Apabila jarak kehamilan terlalu dekat, maka akan banyak resiko yang mungkin menimpa, baik ibu maupun janinnya. Misalnya rahim yang belum pulih sepenuhnya dari persalinan sebelumnya menyebabkan belum maksimalnya pembentukan cadangan makanan baik bagi janin maupun ibu sendiri.

Akibatnya bayi akan akan kekurangan gizi sehingga terlahir dengan berat badan rendah dan tidak sehat. Selain itu, menurut penelitian terakhir, kehamilan yang terlalu dekat menyebabkan bayi rentan terkena autisme dan rentan terhadap kelainan plasenta.

Bagi ibu sendiri, kehamilan yang terlalu dekat dapat menyebabkan anemia akut pada ibu, serta meningkatkan resiko komplikasi kehamilan, pendarahan, bayi prematur, pendarahan saat persalinan, dan yang paling buruk adalah keguguran.

Pertimbangan non medis pun perlu diperhitungkan. Misalnya kebutuhan saat hamil, persalinan, hingga kembali mempersiapkan segala sesuatunya kembali untuk si kecil.

Di samping itu, perkembangan usia dan psikologis anak sebelumnya juga masih belum cukup, sehingga ia cenderung merasa terganggu dengan lahirnya sang adik.

Penelitian menunjukan bahwa anak yang berusia kurang dari 1 tahun mudah sekali cemburu dengan hadirnya anggota keluarga baru. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebakan hubungan menjadi tidak harmonis yang disebabkan adanya rasa iri dan persaingan.

Karena itu, melihat resiko-resiko di atas, diharapkan ibu tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk segera memiliki anak lagi.

Jarak Kehamilan Yang Aman

Jarak kehamilan yang disarankan adalah antara 18-48 bulan sejak persalinan sebelumnya. Dengan menjaga jarak kehamilan, tentu menghindarkan ibu dan bayi dari resiko-resiko yang telah disebutkan di atas.

Dengan menjaga jarak kehamilan, rahim sudah cukup istirahat dan cukup waktu untuk mempersiapkan dirinya untuk menjaga kebutuhan asupan nutrisi untuk janin, sehingga nantinya bayi akan lahir dengan sehat.

Selain itu, hal-hal non medis seperti psikologis anak pertama yang sudah siap, hingga menyiapkan berbagai hal seperti finansial yang lebih stabil untuk menyambut kehamilan anak selanjutnya.

Post a Comment for "Menjaga Jarak Kehamilan, Seberapa Penting?"