Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Mengenal dan Mengatasi Sindrom Baby Blues

Mengenal dan Mengatasi Sindrom Baby Blues
Mengenal dan Mengatasi Sindrom Baby Blues. Sindrom baby blues merupakan sindrom yang menyerang 50 hingga 80% ibu pasca melahirkan, terutama ibu yang baru pertama kali melahirkan.

Belum jelas apa yang menjadi penyebab sindrom ini, tetapi diduga sindroma ini di picu oleh perubahan hormonal ibu akibat proses melahirkan. Namun demikian, kejadian sindroma ini akan sangat mengganggu interaksi antara ibu dan bayi.

Ibu yang mengalami sindroma ini biasanya akan menunjukkan gejala ketidakstabilan emosi, seperti misalnya menangis tanpa sebab, mudah marah, tidak mau melihat bayinya, gelisah, sulit beristirahat, tidak percaya diri dan masih banyak lagi.

Apabila sindroma ini tidak segera ditangani, maka ibu akan mengalami kesulitan untuk menyusui bayinya, dan tentunya akan berakibat buruk bagi bayi.

Sebenarnya, sindroma baby blues ini dapat dicegah dengan mempersiapkan mental sejak proses kehamilan. Dukungan keluarga dan suami untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan mental sang ibu dalam mengurus dan menjaga bayinya juga perlu diberikan sejak dini.

Penambahan pengetahuan mengenai perawatan bayi yang dilakukan sejak kehamilan juga akan mampu meningkatkan rasa percaya diri ibu, sehingga kejadian sindroma ini dapat di antisipasi, atau setidaknya ditangani dengan lebih mudah.

Sindroma ini akan berlangsung hingga ibu mampu beradaptasi dengan bayinya, kurang lebih selama 2 minggu. Apabila lebih dari itu, mungkin ibu mengalami depresi pasca melahirkan yang membutuhkan penanganan khusus dari dokter.

Penanganan sindroma baby blues memerlukan bantuan dari seluruh anggota keluarga. Dukungan keluarga untuk membantu menjaga bayi dan memotivasi ibu memberikan dampak yang positif untuk menguatkan perasaan ibu yang mengalami sindroma ini.

Biasanya, ibu yang mengalami sindroma ini membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur dan beristirahat. Dengan penjagaan dan perawatan bayi oleh anggota keluarga lainnya, selain ibu akan merasa lebih tenang, ibu juga dapat beristirahat dengan cukup tanpa harus mengkhawatirkan bayinya.

Berbagi perasaan dengan teman terdekat atau anggota keluarga juga akan meringankan beban pikiran ibu dengan sindroma baby blues. Sesekali waktu sempatkan diri untuk bersantai dan merilekskan diri agar tubuh dan pikiran menjadi segar kembali.

Post a Comment for "Mengenal dan Mengatasi Sindrom Baby Blues"