Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Es Krim untuk Ibu Hamil, Bahaya atau Aman?

Es Krim untuk Ibu Hamil, Bahaya atau Aman?
 Es Krim untuk Ibu Hamil, Bahaya atau Aman? Mengonsumsi es krim di masa kehamilan sering dianggap sebagai sebuah pantangan bagi sebagian besar masyarakat kita.

Alasannya, es krim diyakini merupakan salah satu kudapan yang dapat membuat ibu hamil dan bayi yang ada dalam kandungannya semakin gendut sehingga memiliki berat badan berlebihan.

Sama halnya dengan konsumsi air es, makan es krim untuk ibu hamil dipercaya bisa menyebabkan bayi terlahir dengan kepala besar sehingga bisa menyulitkan proses persalinan.

Benarkah anggapan ini? Bolehkah ibu hamil makan es krim di masa kehamilannya? Berikut, simak hasil wawancara kami bersama dr. Setyono Wirahardjo dari Rumah Sakit Harapan Bunda mengenai masalah ini!

Es Krim untuk Ibu Hamil

Berdasarkan asal usulnya, es krim sebetulnya merupakan kudapan yang bahan bakunya terbuat dari susu. Baik susu nabati seperti susu kedelai, susu kacang hijau, atau susu kelapa, maupun susu hewani semuanya dapat diolah menjadi es krim dengan berbagai cita rasa tergantung perisa apa yang diberikan.

Menyadari bahan bakunya ini, tentu dapat kita simpulkan bahwa es krim untuk ibu hamil justru sangat baik bagi kesehatan, ditengah berbagai alasan ibu hamil untuk enggan mengonsumsi susu selama kehamilan. Apa saja manfaat kesehatan dari konsumsi es krim untuk ibu hamil tersebut?

1. Meningkatkan Kesuburan

Riset yang dilakukan Harvard School of Public Health, Boston menemukan fakta bahwa jika seorang wanita ingin segera memperoleh kehamilan, maka ia dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi lemak.

Makanan tinggi lemak seperti olahan yang terbuat dari susu dapat meningkatkan peluang terjadinya konsepsi dalam rahim, menurunkan risiko infertilitas, serta meningkatkan kesuburan organ reproduksinya.

Jika Anda termasuk orang yang sulit hamil, berdasarkan fakta tersebut berarti Anda harus banyak mengonsumsi susu atau produk olahannya agar bisa segera dikaruniai buah hati. Salah satu produk olahan susu yang paling banyak disukai tentu apa lagi kalau bukan si es krim ini.

2. Menambah Berat Badan

Ibu hamil dengan berat badan rendah dianjurkan untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi, terutama pada saat menjelang hari persalinan. Es krim dalam hal ini yang 100 gram-nya mengandung 207 kkal dan 16 gr gula bisa menjadi salah satu alternatif yang mungkin bisa Anda pilih.

3. Menunjang Pertumbuhan Tulang pada Janin

Selama kehamilan, kebutuhan akan kalsium akan meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan janin. Kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi kuat bayi Anda di kemudian hari, sehingga jika asupan nutrisi ini tidak dipenuhi, maka ia akan mengambilnya langsung dari tulang dan gigi ibunya dan Anda akan menjadi lebih rentan terkena osteoporosis di hari tua.

Untuk mencukupi kebutuhan kalsium Anda perlu mengonsumsi suplemen kalsium atau mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium untuk ibu hamil. Di mana salah satunya adalah si es krim ini.

4. Mengatasi Mual

Mual dan muntah di masa awal kehamilan juga dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang manis dan tinggi kalori seperti es krim. Hingga kini, masih jarang yang tahu jika es krim untuk ibu hamil bisa membantu mengatasi masalah ini.

5. Mengurangi Stress

Mengonsumsi es krim untuk ibu hamil juga dapat merangsang pembentukan hormon thrombotonin. Hormon ini akan membantu memperbaiki suasana hati, menimbulkan perasaan tenang, serta menghilangkan stress, terutama saat masa tanda-tanda kehamilan awal.

Nah, itulah beberapa manfaat makan es krim untuk ibu hamil yang dapat saya simpulkan dari hasil wawancara dengan dr. Setyono Wirahardjo.

Di akhir wawancara, beliau berpesan bahwa es krim memang memiliki banyak manfaat namun saat mengonsumsinya, pastikan tidak dalam jumlah berlebih baik itu dalam kondisi Anda sedang hamil maupun tidak.

Menurutnya segala sesuatu yang berlebihan pasti akan menimbulkan dampak negatif

Post a Comment for "Es Krim untuk Ibu Hamil, Bahaya atau Aman?"