Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Amankah bayi pakai AC?

Amankah bayi pakai AC?
Amankah bayi pakai AC? Bayi akan lebih nyenyak tidur ketika ruangan sedikit dingin dan sejuk. Itulah sebabnya kita disarankan untuk sedikit membuka jendela kita ketika si bayi tidur siang, agar suhu ruangan tidak terlalu tinggi.

Ada juga yang tetap menutup jendela, namun menyalakan kipas angin. Pada beberapa kalangan tentunya, mereka memasang AC di kamar bayi mereka. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa penggunaan AC untuk bayi tidaklah sehat. Benarkah begitu?

Salah satu dampak langsung penggunaan AC yang tidak hanya bisa dirasakan oleh orang dewasa namun juga bayi adalah kulit kering. AC menciptakan ruangan sejuk.

AC mengatur suhu ruangan agar suhu udara tidak lembab, namun sejuk, sehingga terlalu banyak AC bisa menyebabkan kulit kering. Sayangnya lagi, penggunaan AC berlebih pada bayi tidak hanya membuat kulit kering, namun, apabila bayi tidak cukup mendapatkan cairan, maka bayi bisa dehidrasi karena kelenjar minyak bayi akan menjadi lebih aktif dalam memproduksi minyak.

Tidak ada yang salah dengan produksi kelenjar minyak bayi secara berlebih. Namun pada bayi yang memiliki kerak pada kepala, minyak kepala akan terproduksi lebih sehingga kerak kepala bayi bisa semakin meradang.

Selain menyebabkan kulit kering, penggunaan AC berlebih juga bisa berdampak pada sistem pernafasan bayi, terutama alergi debu. Beberapa bayi yang terbiasa dengan AC cenderung memiliki gangguan pada sistem pernapasan mereka, seperti rhinitis alergi atau asma.

Penyebab penyakit ini adalah udara dingin, debu rumah, dan juga asap rokok. Namun, ketika bayi mulai bersin-bersin di pagi hari, batuk-batuk di malam hari, dan pilek, kita tidak boleh langsung menyalahkan suhu dingin AC, melainkan debu rumah atau house dust mite (HDM).

HDM ini memakan kulit ari manusia yang rontok, dan aktif saat malam hari berkembang biak di kapuk. Oleh sebab itu, kita disarankan untuk membersihkan filter AC 2 minggu sekali yang bisa kita lakukan sendiri, dan membersihkan filter setiap 3 bulan sekali yang dilakukan oleh dokter.

Dampak - dampak pemakaian AC di atas sangat mungkin untuk terjadi pada bayi Anda. Oleh sebab itu, aturlah suhu ruangan menjadi ramah dengan anak Anda.

Kondisikan AC pada suhu anatar 21 hingga 24 derajat Celcius atau lebih tinggi (25 derajat, tergantung kebutuhan). Namun, matikan AC ketika menginjak pukul 4 pagi agar ketika pagi hari udara tetap segar, namun tidak terlalu dingin.

Setelah mengeset suhu yang tepat dan membersihkan filternya, maka hal terakhir yang bisa kita lakukan untuk kesehatan bayi adalah dengan menjaga kesehatan kulit bayi, yaitu memberikan bayi banyak cairan. Berikanlah bayi Anda ASI yang cukup, bahkan lebih, apabila dia sering berada di dalam ruangan yang ber AC.

Memberikan ASI bisa menghambat mengeringnya kulit. Selain itu, pastikan bahwa ketika berada di ruangan ber Ac bayi Anda tidak telanjang atau memakai pakaian yang mampu melindungi bayi.

Disarankan agar orang tua memakaikan jumper yang menutupi sampai kaki. Selain itu, pakaikan selimut atau dengan dua lapis kain agar tetap hangat, dan agar suhu tubuh bayi tidak mengikuti suhu tubuh ruangan.

Sekarang, karena Anda sudah membaca artikel ini, maka Anda sudah mengetahui beberapa dampak yang mungkin terjadi pada bayi Anda.

Maka, apabila Anda memutuskan untuk memberikan fasilitas pendingin ruangan untuk anak Anda, maka pastikan Anda mampu mengatur alat dengan baik, dan juga memberikan yang terbaik bagi bayi anda.

Post a Comment for "Amankah bayi pakai AC?"