Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi Usia 1 Tahun

 Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi Usia 1 Tahun

Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi Usia 1 Tahun. Masalah utama orang tua dengan anaknya adalah pada saat anak susah makan nasi. Gerakan tutup mulut (GTM) yang dilakukan anak-anak merupakan masalah yang sering dialami oleh para orang tua. Bahkan bukan itu saja, anak susah makan dan minum susu kadang sering terjadi. Namun ibu tidak perlu khawatir, pada artikel kali ini kita akan membahas cara mengatasi anak susah makan nasi usia 1 tahun.

Pada umumnya orang tua sering mengalami masalah gerakan tutup mulut pada anak (GTM). Meskipun kerap kali terjadi, namun kita sebagai orang tua tidak boleh membiarkan kondisi ini terjadi terus menerus. Anak tetap membutuhkan nutrisi yang seimbang untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Jika anak tidak mau makan dan kita membiarkannya, maka segala resiko bisa saja terjadi. Disamping pertumbuhannya akan terganggu, berat badan anak akan turun secara drastis, penyakit juga akan mudah menyerang anak-anak.

Faktor Penyebab Anak Sulit Makan

Sebagai orang tua kita harus mengenali apa yang menjadi penyebab anak tidak mau makan, atau mengalami gangguan makan. Penyebab pertama yang mungkin terjadi adalah terdapatnya kelainan organ seperti lidah, hidung, mulut, dan lain-lain. Penyebab yang lainnya adalah tidak berfungsinya saraf untuk menelan.

Akibatnya akan mengganggu pola makan anak karena kesulitan membuka mulut, mengunyah makanan serta menelannya. Meskipun kelainan ini sangat jarang terjadi, namun tetap harus diwaspadai.

Faktor lainnya yang menyebabkan anak tidak mau makan adalah karena faktor perilaku. Anak yang sudah berusia 2 hingga 5 tahun biasanya sulit makan dan hal ini umum terjadi. Inilah yang disebut dengan faktor perilaku, yaitu kondisi dimana pada usia tertentu anak akan sulit makan.

Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi Usia 1 Tahun

Menghadapi kondisi tersebut, ibu tidak perlu khawatir dan cemas berlebihan. Berikut ini beberapa cara mengatasi anak susah makan nasi usia 1 tahun.

1. Atur Jadwal Makan

Dalam sehari anak harus diberikan makan 3 kali termasuk memberikan cemilan yang bergizi. Dalam memberikan cemilan pada anak harus ada jeda waktunya yaitu di antara sarapan dan makan siang, kemudian di antara makan siang dan makan malam, terakhir sebelum tidur.

Penting untuk mengatur jadwal makan anak dan mengurangi cemilan secara berlebihan. Manfaat utama dari membuat jadwal makan ini untuk menyehatkan pencernaannya. Perlu ibu perhatikan bahwa jangan memberikan cemilan 2 jam sebelum makan utama atau makan besar. Hal ini bertujuan agar anak tidak kenyang duluan sebelum makan utama.

2. Buat Suasana Makan Tenang Dan Menyenangkan

Cara mengatasi anak susah makan nasi usia 1 tahun berikutnya adalah membuat suasana senyaman mungkin. Pada saat memberikan anak makan, jauhkan dia dari aktivitas lainnya seperti bermain atau menonton TV.

Sebaiknya anak fokus pada saat makan dalam suasana yang tenang dan santai. Kadang memang sulit menghentikan aktivitas bermainnya hanya untuk menyuruhkan makan. Namun keadaan ini harus dibiasakan sehingga dia bisa fokus untuk menghabiskan makanannya.

3. Ajarkan Anak Sopan Santun Saat Makan

Kebanyakan anak-anak hanya mau makan apabila sambil bermain atau menonton TV. Kebiasaan ini jika terus dibiarkan efeknya tidak baik untuk si anak dan tentu saja akan merepotkan ibu.

Ketika anak sudah boleh makan makanan yang padat, maka sejak itu ajarkan dia makan sambil duduk. Sedapat mungkin sediakan tempat duduk khusus anak-anak, misalnya kursi makan anak. Dengan begitu kita mengajarkannya disiplin pada saat makan.

Apabila dia memainkan alat makan pada saat makan, biarkan saja dan jangan memperhatikannya karena perilaku tersebut tidak baik. Lama-lama dia merasa bahwa apa yang dilakukannya tidak mendapat perhatian dan dia akan berhenti memainkan peralatan makannya.

Wajar saja anak - anak selalu mencari perhatian orang lain terhadap apa yang dilakukannya. Jika hal tersebut bernilai positif, maka kita sebagai orang tua perlu mendukungnya, namun jika negatif, ajarkan dia dengan cara yang lebih baik.

4. Jangan Memarahi Dan Melarang Anak Menginginkan Makanan Tertentu

Sifat dasar anak-anak adalah selalu ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru. Semakin kita larang, anak-anak akan semakin menginginkannya sehingga kita akan kesulitan menghadapinya. Misalnya jika dia melihat suatu makanan, dan makanan tersebut tidak baik untuk kesehatannya, maka jangan simpan makanan tersebut di tempat yang mudah dicarinya.

Makanan yang tidak baik untuk kesehatan anak adalah makanan cepat saji yang tinggi gula, lemak, dan kalori. Sedangkan anak-anak pada masa pertumbuhannya sangat membutuhkan nutrisi yang seimbang. Jangan terlalu memanjakan anak dan memberikan makanan apa saja yang dia inginkan seperti permen, coklat, soda, fast food dan lain-lain.

Anak-anak pada dasarnya suka dengan makanan yang menarik untuk dilihat dan rasanya enak. Coba buat alternatif makanan dengan bahan dari buah-buahan seperti semangka, melon dicampur dengan yoghurt. Ada banyak resep makanan untuk anak yang bisa anda cari di internet, selain murah juga mudah membuatnya.

Disamping itu porsi makan yang diberikan pada anak juga harus seimbang dan sesuai dengan umurnya. Anak yang masih berusia 1 hingga 3 tahun untuk porsi makannya lebih kurang ¼ dari porsi makan orang dewasa.

5. Berikan Makan Baru Secara Bertahap

Pada saat anda mencoba membuat menu makanan baru untuk anak, pastikan anda memberikannya secara bertahap dan tidak sekaligus dengan jenis makanan baru lainnya. Ketika kita memberikan makanan baru pada anak, dia akan merasa asing dengan menu tersebut dan akan menolaknya.

Cara yang terbaik adalah menambahkan salah satu makanan favoritnya pada makanan yang baru tersebut, dan sajikan secara bersamaan. Makanan baru yang diberikan bisa berupa buah-buahan dan dipotong semenarik mungkin. Pada saat lapar anak-anak akan lebih mudah menerima menu baru tersebut.

6. Perhatikan Jika Anak Muntah

Muntah merupakan reflek dari tubuh yang terjadi akibat dari kondisi-kondisi tertentu. Muntah merupakan hal yang normal terjadi agar anak tidak tersedak. Tapi jika setiap makan selalu muntah maka itu hal yang tidak wajar dan perlu diperiksa.

Kondisi yang bisa membuat anak muntah seperti makanan yang memiliki tekstur dan rasa yang tidak disukainya. Kemudian anak bisa muntah karena makan terlalu cepat dan mulutnya penuh dengan makanan.

Cara yang bisa ibu lakukan agar anak tidak muntah pada saat makan yaitu memberikan porsi makan secukupnya dan tunggu hingga dia menelan makanannya. Cara lainnya jangan membiarkan anak-anak makan sambil berlari-lari. Ukuran makanan yang diberikan pastikan ukuran yang kecil dan mudah untuk dikunyah.

7. Fleksibel Terhadap Anak

Bukan saja orang dewasa yang bisa bosan pada jenis makanan tertentu, anak-anak juga merasakan hal yang sama. Bedanya mereka bereaksi bukan secara verbal, melainkan dengan cara tindakan. Misalnya anak akan diam pada saat diberi makan, atau pergi begitu saja. Tindakan tersebut kadang bisa membuat kita sebagai orang tua kesal dan marah.

Kita jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan terhadap perilaku anak tersebut. Tentu saja ada alasan tertentu sehingga anak bersikap demikian karena dia belum bisa menyampaikan secara verbal apa yang dirasakannya.

Bisa saja alasannya adalah bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja, atau dia sedang merasakan sakit meskipun yang diberikan adalah makanan favoritnya.

Anak-anak pada dasarnya melakukan apa yang dilihatnya dari orang terdekat. Misalnya orang tua suka makan cemilan yang tidak sehat, maka anak juga menginginkan hal yang sama, begitu juga dengan makanan cepat saji.

Semoga tips cara mengatasi anak susah makan nasi usia 1 tahun bisa membantu anda menghadapi gerakan tutup mulut (GTM) pada anak-anak, bahkan diharapkan bisa meningkatkan nafsu makan anak. Sabar dan peka dengan kondisi anak adalah kunci menghadapi situasi apapun. Terakhir, jangan pelit memberikan pujian pada anak apabila dia sudah melakukan hal yang baik.

Post a Comment for "Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi Usia 1 Tahun"