Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Penundaan Imunisasi Anak Akibat Dampak Virus Corona

Penundaan Imunisasi Anak Akibat Dampak Virus Corona

Sekarang ini kita dihadapkan dengan bencana kesehatan yang berdampak secara global, yaitu virus Corona atau Covid-19. Virus ini sangat mematikan dan hingga artikel ini dibuat belum ditemukan vaksin virus Corona, meskipun sudah ada negara yang mengklaim telah menemukan vaksinnya, namun masih diuji coba lagi.

Kita tidak tahu sampai kapan virus Corona ini akan berakhir, meskipun semua negara sudah terjangkiti virus ini, namun belum diketahui pasti apa penyebab dan sumbernya.

Akibat dari wabah virus Corona (Covid-19) membuat pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tentu saja peraturan ini membuat para orang tua menjadi cemas karena secara otomatis jadwal imunisasi akan terjadi penundaan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membahas masalah ini pada tanggal 7 April 2020 bertepatan dengan Hari Kesehatan Sedunia. Kesimpulan dari pembahasan tersebut adalah, imunisasi anak hanya boleh ditunda antara 1-3 bulan saja.

Orang tua harus update informasi perkembangan Covid-19 di lingkungan sekitar rumah. Apakah ada penambahan atau tidak. Jika ada penambahan sebaiknya ibu menunda terlebih dahulu membawa bayinya ke rumah sakit untuk di imunisasi. Penundaan ini sifatnya hanya sementara saja sampai kondisi sudah memungkinkan dan ada tren penurunan angka kejadian Covid-19.


Pastikan rumah sakit atau faskes tempat imunisasi bukan rumah sakit rujukan dan bebas dari Covid-19, serta terdapat aktivitas klinis setiap harinya. Rumah sakit tersebut harus menjalankan protokol pengamanan kesehatan seperti ada ruang terpisah antara pasien sehat dan sakit. Pastikan rumah sakit menyediakan hand sanitizer dengan alkohol sebagai bahan dasarnya.

Penting sekali menjaga jarak dengan orang lain selama berada di rumah sakit pada saat melakukan imunisasi. Pastikan sebelum berangkat ibu mempersiapkan segala keperluan bayi mulai dari ASI nya yang sudah disimpan di dalam botol ASI, face shield bayi dan juga untuk orang tua. 

Ibu tetap mempersiapkan hand sanitizer sendiri dari rumah, meskipun pada umumnya rumah sakit sudah menyediakannya. Hal ini sebagai antisipasi karena terkadang sering kita temui di lorong atau kamar pasien di rumah sakit yang sudah habis hand sanitizer dan belum ditambah.

Penggunaan masker wajib dilakukan bagi orang tua jika membawa anaknya ke rumah sakit. Jangan pernah menyentuh wajah atau muka sendiri dan juga area wajah bayi dan lebih sering mencuci tangan. Tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.

Peraturan tersebut dibuat untuk mencegah tertularnya virus Corona dari orang lain. Karena orang yang berada di rumah sakit pada umumnya adalah mereka yang sakit dan butuh penanganan kesehatan. Mungkin saja ada diantara mereka yang terkena Covid-19 meskipun gejalanya belum terlihat namun bisa menularkan ke orang lain.

Selama vaksin virus Corona belum ditemukan atau masih dalam proses maka kita sebagai orang tua harus tetap menjaga kesehatan keluarga dan bayi. Bayi dengan sistem kekebalan tubuhnya yang belum sempurna sangat rentan terkena virus.


Dengan tetap konsisten melakukan imunisasi yang sudah dijadwalkan maka tubuh bayi akan terbentuk antibodi yang bisa menangkal penyakit berbahaya. Yang sudah diberi imunisasi saja masih bisa terkena virus Covid-19, apalagi yang belum diberi vaksin.

Meskipun ada penundaan imunisasi selama masa pandemi ini, bukan berarti imunisasi tidak perlu dilakukan. Penundaan hanya bersifat sementara dan dilakukan jika kondisi sudah agak lebih baik. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan patuhi protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

Post a Comment for "Penundaan Imunisasi Anak Akibat Dampak Virus Corona"