Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Penyebab Turunnya Berat Badan Bayi

Penyebab Turunnya Berat Badan Bayi
Banyak pertanyaan dari orang tua yang mengeluhkan turunnya berat badan bayinya setelah pulang dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Penurunan berat badan bayinya misalnya dari 3,5 kg menjadi 3,2 kg dan apakah itu sesuatu hal yang wajar terjadi atau tidak? Pada artikel ini saya akan membahas pertanyaan yang sering diajukan oleh ibu-ibu yang cemas dengan penurunan berat badan bayinya tersebut.

Para orang tua tentu sangat senang jika setiap bulan pada saat memeriksakan bayinya ke puskesmas atau rumah sakit melihat perkembangan bayinya sangat baik seperti berat badan bayi yang bertambah setiap bulannya. Tapi tentu saja ibu ada yang merasa khawatir apabila bayinya setelah dibawa ke fasilitas kesehatan malah berat badan bayinya menjadi turun. Malah ada penurunan berat badan lebih ringan dibanding pada saat melahirkan atau berat badan bayi yang lebih kecil jika dibandingkan dengan berat badan bayi pada saat lahir.

Ada banyak kasus bisa terjadi hal yang demikian, namun berdasarkan penelitian bahwa sekitar 5-10% dari berat badan bayi yang baru lahir akan mengalami penurunan berat badan pasca melahirkan setelah 5 hari pertama. Tentu saja kasus ini tidak semua bayi mengalaminya, hanya sekian persen saja.

Ada faktor yang mempengaruhi penurunan berat badan bayi sekitar 5-10% tersebut dan faktor tersebut bukanlah suatu kelainan atau kondisi yang membahayakan ataupun faktor ASI. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh adanya sejumlah cairan yang hilang setelah melahirkan secara normal. Karena pada kondisi tersebut bayi hanya sedikit makan.

Setelah 2 minggu normalnya berat badan bayi akan kembali ke berat badan awal bayi. Hal ini terjadi karena proses menyusui pada bayi yang dilakukan 1 jam setelah melahirkan dan dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif secara konsisten. Jika tidak ada masalah pada bayi maka tidak butuh waktu yang lama berat badan bayi akan kembali normal.

Bayi pada usia 10-14 hari setelah melahirkan, pada umumnya penurunan berat badannya akan berhenti dan kembali normal, kemudian akan ada peningkatan berat badan setelah 1 minggu pertama dan normal kembali pada usia 2 minggu. Hal ini perlu ibu perhatikan, kalau perlu membeli timbangan khusus untuk bayi agar ibu bisa mengontrol bagaimana perkembangan berat badan bayi, dan jika turun apakah penurunan tersebut merupakan jumlah yang wajar atau tidak.

Ibu perlu khawatir apabila penurunan berat badan bayi dalam 2 minggu lebih dari 10% dari berat badan bayi pada saat lahir. Perlu tindakan lebih lanjut dengan menghubungi tenaga medis, atau membawanya ke puskesmas dan rumah sakit agar segera dilakukan tindakan. Yang terpenting adalah ibu jangan cemas berlebihan karena akan mempengaruhi psikologis ibu dan bayi. Bisa saja karena ibu stres berakibat pada penurunan jumlah ASI yang keluar. Jika hal ini terjadi tentu akibatnya lebih berat lagi karena untuk menaikkan berat badan bayi secara normal tentu dengan pemberian ASI yang cukup dan terus menerus.

Segera konsultasikan ke dokter anak anda jika hal tersebut terjadi pada bayi anda dan jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya. Terus belajar dan menambah pengetahuan ibu tentang bayi, salah satunya dengan rutin mengunjungi blog ini karena akan selalu ada update artikel terbaru setiap harinya yang berhubungan dengan seputar dunia bayi. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Penyebab Turunnya Berat Badan Bayi"