Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Yang Belum Puput Pusar

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Yang Belum Puput Pusar
Bayi yang belum lepas tali pusar atau puput tali pusar sebaiknya tidak dimandikan apalagi di rendam di dalam bak yang sudah berisi air. Hal ini tidak dilakukan untuk menghindari resiko infeksi pada tali pusar bayi akibat terkena air sehingga basah dan lembab.

Tali pusar sebaiknya tetap dalam keadaan kering, jika tali pusar sering basah dan kadang lupa dikeringkan bisa berakibat bengkak, bernanah bahkan yang lebih parahnya bisa berdarah. Sebaiknya ibu selalu hati-hati apalagi pada saat mengganti popok bayi dan membersihkannya dengan air, jangan sampai tali pusarnya terkena air. Jika tali pusarnya tidak sengaja kena air, segera bersihkan dan lap dengan kain kering yang meresap air.

Jika ibu tetap harus memandikan bayinya sebelum puput tali pusar, disarankan menggunakan waslap saja. Cara mandi dengan waslap ini bisa dilakukan dimana saja, tempat memandikan bayi seperti di ruang tamu, atau ibu bisa memandikan bayinya di tempat tidurnya saja. Sehingga dengan memandikan bayi dengan cara ini bukan saja lebih aman terhadap infeksi yang bisa terjadi pada tali pusar bayi, tapi ibu akan merasa nyaman karena memandikannya tidak harus di kamar mandi saja.

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Yang Baik dan Benar

Jika ibu memandikan bayi baru lahir di rumah, ada baiknya ibu terlebih dahulu mengetahui cara-cara memandikan bayi yang benar. Adapun SOP memandikan bayi yang disarankan oleh dokter yaitu:

  1. Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan untuk memandikan bayi seperti sabun bayi, handuk, bak mandi bayi yang sudah berisi air hangat dengan suhu antar 37 C - 39 C. Untuk suhu air ini ibu bisa menggunakan lengan dan merasakan apakah suhu air sudah cukup untuk memandikan bayi. Khusus untuk sabun mandi, ibu tidak harus menggunakannya, kadang kulit bayi ada yang sensitif dengan sabun bayi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak apakah anak kita sensitif atau tidak. Sebenarnya memandikan bayi tanpa menggunakan sabun bayi boleh saja dilakukan, dan mungkin lebih aman karena sabun mandi bayi pasti mengandung zat kimia dan tidak semua bayi mempunyai jenis kulit yang sama.
  2. Jangan pernah lengah sedikitpun pada saat proses memandikan bayi karena ini bisa berbahaya. Misalnya saja orang tua mencoba mengabadikan momen memandikan bayi dengan merekamnya atau mengambil foto, sehingga orang tua lengah dan bisa saja bayi tergelincir atau lepas dari pangkuan.
  3. Jangan meninggalkan bayi walaupun hanya sebentar, misalnya mengambil peralatan mandinya yang tertinggal. Ibu bisa minta tolong orang lain mengambilnya atau jika tidak ada orang yang bisa diminta tolong, ibu gendong saja bayinya. Itulah sebabnya sangat penting mempersiapkan semua peralatan mandinya sebelum bayi tersebut dimandikan.

Bayi yang baru lahir di rumah sakit atau di klinik persalinan sangat tidak dianjurkan untuk langsung memandikan bayi. Hal ini sesuai dengan anjuran dari WHO / Organisasi Kesehatan Dunia yang merekomendasikan sebaiknya minimal 24 jam setelah bayi dilahirkan baru boleh dimandikan karena ada banyak manfaat yang didapat dengan menunda memandikan bayi.

Manfaat yang didapat oleh bayi, baik secara emosional maupun fisiknya seperti proses menyusui akan lebih baik karena akan memperoleh kenyamanan dan kehangatan dari ibunya. Memandikan bayi yang baru lahir dengan suhu dingin bisa mengakibatkan bayi menderita hipoglikemia yaitu suatu kondisi dimana tingkat kadar gula yang ada dalam darah akan turun. Kondisi ini bisa berbahaya dan jika terjadi harus mendapat penanganan yang lebih cepat.

Disamping itu dengan memandikan bayi di suhu dingin juga bisa mengakibatkan bayi akan terkena hipotermia atau dalam bahasa sederhananya suhu tubuh dibawah suhu normal. Kondisi tubuh bisa dikatakan mengalami hipotermia jika suhu tubuh berada dibawah 36.5° C. Hipotermia pada bayi jika tidak dilakukan penanganan yang serius akan berakibat fatal. Oleh sebab itu kenali lebih dini gejala hipotermia pada bayi.

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Yang Belum Puput Pusar

Cara memandikan bayi baru lahir yang belum puput pusar tentu berbeda dengan cara memandikan bayi br lahir yang sudah puput tali pusar. Cara memandikan bayi prematur juga berbeda lagi karena akan sangat rentan kena hipotermia.

Khusus pada artikel ini sesuai dengan judulnya Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Yang Belum Puput Pusar, maka ada langkah-langkah cara memandikan bayi, yaitu:

  1. Posisi bayi berbaring dengan punggung bayi menghadap ke bawah dan matanya ke arah ibu. Tangan ibu letakkan pada bagian belakang leher untuk memudahkan membersihkan pada bagian belakang bayi. Popoknya dibuka belakangan atau terakhir dan pastikan leher bayi disangga pada saat membuka bajunya. Gunakan handuk yang lembut, kering dan bersih untuk menutup tubuh bayi.
  2. Sediakan air hangat dengan suhu yang sudah yang bisa ibu perkiraan dengan lengan dan celupkan waslap ke dalam air tersebut. Bersihkan terlebih dahulu pada bagian atas yaitu area wajah, telinga bayi dan secara perlahan-lahan ke area bagian lehernya terutama bagian lipatan leher, kemudian siku dan lutut bayi. Sela-sela jari bayi juga harus dibersihkan dengan waslap tersebut.
  3. Bayi yang baru lahir, tubuhnya masih banyak lemak-lemak yang menempel terutama di rambutnya, sehingga mungkin ibu tidak sabar untuk segera membersihkan bagian kepalanya. Tapi membersihkan area kepala bayi dilakukan terakhir saja untuk menghindari bayi kedinginan.
  4. Sampai pada langkah di atas sebelum membersihkan kepalanya, popok bayi jangan di lepas dulu. Pada saat membersihkan area bawahnya baru dilepaskan popoknya, caranya dengan membasuh dan mengalirkan air dari arah depan hingga belakang. Kemudian baru membersihkan bagian kepalanya dengan mengusap secara perlahan.
  5. Langkah berikutnya adalah mengelap badan bayi yang masih basah dengan handuk secara perlahan-lahan dan lembut hingga kering dan membaringkannya di atas tempat tidur yang sudah dialasi dengan taplak. Berikan atau usap dengan minyak telon pada bagian perut, tangan dan kaki bayi secara merata untuk memberikan kehangatan. Pemberian baby oil boleh dilakukan pada area lipatan kulit dan kepala.
  6. Langkah terakhir adalah memakaikan popok dan pakaian yang sudah dipersiapkan sebelumnya. 

Memandikan bayi yang baru lahir tidak perlu terlalu sering, yang terpenting adalah kebersihan bayi dengan selalu mengganti popoknya yang sudah lembab dan berat. Bayi yang belum puput tali pusar dimandikan biasanya 3-4 kali dalam seminggu itu boleh-boleh saja, tergantung dari suhu ruangan. Sebelum dimandikan jangan lupa bayi dijemur pada pagi hari sekitar jam 7

Itulah 6 langkah yang bisa ibu lakukan untuk memandikan bayi yang belum puput tali pusar. Hati-hati dan selalu menjaga tali pusar bayi agar tidak kena air. Ketika tali pusar bayi sudah lepas, maka ibu bisa memandikan bayi dengan air hangat tanpa perlu menjaga tali pusarnya kena air. Yang terpenting adalah kebersihan air, suhu air, cara memandikan bayi yang benar. Lakukan langkah di atas agar bayi kita terhindar dari resiko yang bisa menyebabkan infeksi pada tali pusarnya. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Yang Belum Puput Pusar"